Tanda Tulang Lemah dan Cara Mengatasinya

Tanda Tulang Lemah dan Cara Mengatasinya – Apakah kamu pernah tahu apakah tulang kamu sehat atau gak ya? Terus terang tanpa alat, akan cukup sulit untuk mendeteksinya karena tulang kamu kan tidak terlihat. Namun meski tulang terlihat sebagai organ yang keras, tapi sebenarnya tulang adalah jaringan hidup yang juga dilengkapi pembuluh darah, saraf dan jaringan lunak lainnya. Lalu, bagaimana cara kamu mengetahui apakah tulang kamu lemah atau tidak ya?

Ternyata Tubuh memberikan Tanda-Tanda bahwa tulang kamu lemah, apa saja tanda-tanyanya? Berikut penjelasannya.

Tanda Tulang Lemah dan Cara Mengatasinya

Pengertian tulang lemah adalah tulang yang memiliki kepadatan mineral rendah. Nah, Tulang lemah ini seringkali mudah patah saat ada benturan kecil.

By the way, memang tidak ada gejala yang bisa kamu rasakan saat tulang kamu lemah, namun tanda tulang lemah yang paling dapat kamu lihat adalah saat tulang kamu mudah patah.

Sebagian besar orang tidak mengetahui mereka memiliki tulang mereka yang lemah sampai mereka mengalami patah tulang dan dokter mendiagnosisnya. Jika kamu berusia di atas 50 tahun dan mengalami patah tulang hanya karena terpeleset, kemungkinan kamu memiliki tulang lemah. Kondisi tulang lemah seperti ini biasanya di dalam dunia medis disebut dengan osteopenia.

Osteopenia adalah kondisi tulang lemah sebelum seseorang mengalami penyakit osteoporosis. Menurut National Osteoporosis Foundation seseorang yang memiliki osteopenia akan berisiko lebih besar untuk mengalami osetoporosis. Pada fase ini, tulang mulai kehilangan kepadatan mineralnya. Menurut Dr. Susan E. Brown, kamu sebenarnya masih bisa melihat tanda tulang lemah sebelum tulang kamu benar-benar keropos.

1. Penurunan Kemampuan Melakukan Aktivitas Fisik
Tanda tulang lemah yang paling dapat kamu rasakan adalah penurunan kebugaran fisik yang bisa diukur dengan kapasitas aerobik, kekuatan otot, dan juga keseimbangan kamu.

Di saat kebugaran kamu menurun, besar kemungkinan massa tulang kamu juga menurun. Kondisi ini dapat diperparah kalau kamu merasa takut dan khawatir untuk melakukan aktivitas olahraga yang kamu anggap berat karena faktor usia atau rasa malas.

Wanita yang tidak aktif secara fisik, tetap bisa memiliki keseimbangan tubuh yang baik, Menurut Dr. Susan E. Brown, setelah melakukan olahraga yang disesuaikan dengan kebutuhan dirinya.

Malahan orang berusia lanju, berumur 80-90 tahun, dapat memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dan merespons olahraga ketahanan dan kekuatan yang telah disesuaikan. Jadi, jangan takut bergerak ya.

2. Kuku Mudah Rapuh
Kalau kuku kamu mudah rapuh, sedang kamu tidak memiliki kondisi medis apapun, ini juga dapat merupakan tanda tulang kamu lemah. Kuku seorang wanita tumbuh lebih kuat dan lebih sehat seiring dengan kesehatan tulangnya yang semakin meningkat, Menurut Dr. Susan E. Brown, hal ini terbukti setelah mengamati seorang wanita yang sedang menjalani program kesehatan tulang di Center for Better Bones.

Kesehatan kuku bisa dijadikan tanda awal untuk melihat apakah tulang kamu lemah atau baik-baik saja.

3. Berkurangnya Kekuatan
Sejalan dengan bertambahnya usia, satu cara untuk menjaga risiko patah tulang adalah dengan mencegah jatuh. Karena itu, keseimbangan tubuh yang baik, kekuatan otot secara keseluruhan, dan kemampuan kamu mengangkat benda jadi sangat penting.

Dalam sebuah penelitian terbaru mengenai wanita pascamenopause, Uji kekuatan tangan adalah uji fisik yang dapat dilakukan untuk mengetahui kepadatan mineral tulang.

Jadi, kalau kamu mulai merasa kemampuan kamu berkurang saat menjinjing atau membawa sesuatu, kamu sebaiknya mulai berolahraga yang sesuai guna meningkatkan kekuatan tangan.

4. Sering Merasakan Kram, Nyeri otot, dan Nyeri tulang
Bila kamu sering merasakan kram, nyeri otot, dan nyeri tulang bisa menjadi tanda tulang lemah. Nyeri otot dan nyeri tulang merupakan satu gejala yang sering kali diabaikan, padahal hal ini disebabkan oleh kekurangan vitamin D (vitamin penting untuk tulang ). Menurut para ahli, kekurangan vitamin D akan menyebabkan nyeri otot.

Tidak hanya nyeri otot dan nyeri tulang, kamu juga tetap memperhatikan rasa kram yang sering dirasakan. Kram kaki yang terjadi di malam hari bisa bisa jadi bertanda bahwa kadar kalsium, magnesium, dan kalium di darah kamu sedang turun sangat rendah di malam hari, saat kamu tidak mengonsumsi makanan. Jika hal ini terjadi terus menerus kamu harus mempertimbangkan memeriksakan diri ke dokter tulang.

Bagaimana cara mengatasinya?

Dua kunci nutrisi yang penting untuk tulang kuat dan mengatasi tanda tulang lemah adalah kalsium dan vitamin D. Kalsium akan mendukung struktur tulang dan gigi, sementara vitamin D akan memaksimalkan penyerapan kalsium dan mendukung pertumbuhan tulang.

Asupan kalsium untuk orang dewasa hingga usia 50 tahun yaitu 1.000 miligram per hari, sementara vitamin D yang diperlukan sekitar 200 IU. Setelah usia 50 tahun, asupan tersebut harus ditambah yaitu 1.200 mg kalsium dan 400-600 IU vitamin D per hari.

Beberapa makanan kaya kalsium juga bisa mengatasi tanda tulang lemah dan meningkatkan kekuatan tulang adalah susu, keju, kacang-kacangan, tahu, dan sayuran berwarna hijau. Selain itu, kamu juga bisa memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D dari suplemen.

Mengatasi tulang lemah juga dapat dilakukan dengan cara melakukan aktivitas fisik yang melatih keseimbangan dan koordinasi, serta mendukung stabilitas stamina. Untuk membangun dan menjaga tulang kuat, diperlukan aktivitas fisik atau olahraga yang fokus pada penguatan otot dan olahraga dengan beban. Namun, sebelum kamu melakukannya, Medika Plaza sarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter.

Pada olahraga dengan beban, kaki diharuskan menyangga berat tubuh maka tulang akan bekerja lebih keras sehingga membuatnya lebih kuat. Beberapa olahraga yang disarankan antara lain berjalan, berlari, hingga menari. Sementara itu, olahraga penguatan otot diperlukan untuk merangsang tendon dan tulang menjadi semakin kuat.

Kamu juga bisa berkonsultasi dengan ahli fisioterapi Medika Plaza untuk keluhan kamu ya.

Leave a reply