INFLUENZA

Flu atau influenza adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan (sistem yang terdiri dari hidung, tenggorokan, dan paru-paru). Tidak seperti penyakit infeksi saluran pernapasan lainnya yang disebabkan oleh virus seperti batuk pilek, flu dapat menyebabkan penyakit yang parah dan terjadinya komplikasi yang mengancam jiwa pada banyak orang.

Influenza disebabkan oleh virus Influenza, yang terdiri dari 4 tipe: A, B, C, dan D. Virus Influenza A dan B bersirkulasi dan menimbulkan epidemik penyakit musiman ini. Masa inkubasi virus flu termasuk singkat dimana gejala akan muncul 2-3 hari setelah virus memasuki tubuh.

Penyakit influenza termasuk penyakit menular via udara yang paling sering terjadi karena sebuah tetesan aerosol tunggal berisi lebih dari 100 partikel virus sesedikit 100-1000 partikel dapat mengakibatkan infeksi dan terjadilah kontak langsung dengan virus tersebut. Selain itu, kontak tidak langsung juga mudah terjadi. Virus influenza dapat bertahan di udara, di tangan, dan benda-benda seperti saputangan, gagang pintu dan peralatan untuk jangka waktu yang signifikan. Pada permukaan yang keras virus dapat bertahan selama 24 jam, bertambah lama bila ada pada ruangan tertutup dan dalam suhu yang rendah.

Gejala-gejala flu yang biasa dirasakan di antaranya adalah demamsakit kepalabatuk-batuk, pegal-pegal, nafsu makan menurun, dan sakit tenggorokan. Flu dan batuk pilek (Common cold) adalah penyakit pernapasan tetapi mereka disebabkan oleh virus yang berbeda. Karena kedua jenis penyakit tersebut gejalanya mirip, sulit untuk membedakan antara keduanya berdasarkan gejala saja.

Secara umum, penyakit flu lebih buruk daripada flu biasa, gejala seperti demam, nyeri tubuh, kelelahan ekstrim, dan batuk kering lebih umum dan intens. Batuk Pilek biasanya lebih ringan dibandingkan flu.

Influenza dapat menimbulkan komplikasi infeksi pernafasan, seperti Pneumonia hingga diperlukan perawatan di rumah sakit. Komplikasi tersebut rentan terjadi pada golongan dengan risiko tinggi seperti: Ibu hamil, anak-anak dibawah usia 6 tahun, manula, penderita penyakit kronis dan memiliki daya tahan tubuh rendah (seperti Diabetes, Penyakit Ginjal Kronis, HIV/AIDS).

Umumnya, penanganan dokter tidak dibutuhkan pada sebagian besar kasus flu, karena penyakit ini merupaka self-limiting disease atau penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya tergantung dari daya tahan tubuh masing-masing penderita. Jika bergejala, penderita sebaiknya tirah baring di rumah untuk meminimalkan risiko menginfeksi orang lain di masyarakat. Perawatan berfokus pada menghilangkan gejala influenza seperti demam. Penderita dapat mengonsumsi anti piretik seperti paracetamol atau ibuprofen yang bebas dibeli di apotek untuk mengurangi gejala. Penderita harus memantau diri untuk mendeteksi apakah kondisi memburuk dan menilai apakah butuh perhatian medis segera.

Tentunya lebih membaik mencegah daripada mengobati. Langkah utama untuk mencegah penyakit ini adalah dengan menjaga kebersihan. Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum makan. Bagi pengguna kendaraan umum, disarankan untuk memakai masker saat bepergian.

Menurut WHO, langkah paling efektif dari mencegah penyakit influenza adalah dengan mendapatkan vaksinasi. Vaksinasi influenza dilakukan 1 tahun sekali sesuai dengan anjuran WHO dan PAPDI. Vaksinasi sangat penting bagi orang-orang yang berisiko tinggi terhadap komplikasi influenza, dan bagi orang yang hidup dengan atau merawat orang-orang yang berisiko tinggi. (dr. Alya Putri Khairani)

 

Sumber:

  1. Kasper D, Harrison TR. Harrison’s principles of internal medicine. Vol. 20. McGraw-Hill, Medical Publishing Division; 2018.
  2. http://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)
  3. http://www.pbpapdi.org/papdi.php?pb=detil_berita&kd_berita=25
Leave a reply